2016 dan Natal #refleksiakhirtahun

Tak terasa tinggal 5 hari lagi berganti tahun 2016 menjadi 2017. Tahun yang sangat fenomenal bagi saya. Kejadian besar dan sangat “shock” bagi saya. Tetapi itulah yang harus saya lalui . Satu peristiwa ini baru saya rasakan tenang ketika menjelang Natal.

16 April 2016 waktu yang seharusnya menjadi moment terindah tetapi tidak terlaksana. Saya gagal nikah. Saya menyadari saya memang belum siap saat itu. Untuk alasan gagal sekalipun mungkin aq akan iyakan sekarang. saat itu mungkin aq membantah. Biarlah ini jadi pelajaran berharga. karena bukan hanya soal itu saja yg menjadi alasan sesungguhnya. Memang seharusnya aq katakan memang kemaren itu tidak harus memaksakan diri.

img-20160830-wa0001

 

Menjelang pergantian tahun 2017 di Malam Natal saya malah giat mencari duit dan di hari Natal saya juga mencari duit. Justru inilah yang buat saya dapat melepaskan penat setelah kegagalan dan bukan turing kemaren yang memaksakan diri agar dapat ketenangan. Natal bagi saya untuk saat ini melepaskan ketidak percayaan diri sendiri untuk bangkit atas kegagalan ini. Bukan hanya kegagalan pernikahan tetapi kegagalan bersikap, berpikir dan bertindak.

2017 mimpi mimpi kecil dengan langkah langkah kecil yang pasti lebih baik dari mimpi besar dengan hanya bangun dari mimpi lalu mimpi lagi. Saya kuat dan saya telah buktikan berulang kali dan saat ini saya katakan lebih kuat lagi menghadapi HIDUP. Saya punya iman yang kuat, saya punya mimpi memiliki rumah impian. dan saya punya mimpi mengajak orang orang terdekat saya merasakan kebahagiaan saya meraih mimpi itu. JBS tak akan saya tinggalkan dan harus jadi besar, Taxi Online harus saya jadikan lebih banyak kendaraan nantinya.

Tak pernah ada kata terlambat. Bahkan seorang penjahat sekalipun dapat merubah dirinya menjadi seorang baik.

Pernahkah kamu merasa telah melakukan sesuatu yang jahat sehingga kamu berpikir bahwa Tuhan tidak mau mengampunimu? Baiklah, kalau saja kamu tahu kehidupan St. Agustinus kamu akan menyadari bahwa tidak peduli seberapa jauh kamu berontak dan menyimpang dari Tuhan, Ia pasti akan membawamu kembali.
“Di sini kami tidak membicarakan yang buruk tentang siapa pun.” “Terlambat aku mencintai-Mu, Tuhan,”
“Engkau telah menciptakan kami bagi Diri-Mu, ya Allahku, dan hati kami tiada tenang sebelum beristirahat di dalam Dikau.”  
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s