Hitam Putih Ibukota : catatan akhir Minggu awal bulan November 2016

AHOK HARUS DIHUKUM!? Setidaknya itulah yg kita tangkap dari hasil rame-rame 4 november kemarin. Dia menista agama mayoritas di negeri jadi harus dihukum. Kalau saya tidak salah sebenarnya keinginan mereka, Ahok sudah tidak perlu di proses secara hukum. Langsung eksekusi hukuman saja, efek selanjutnya tentu ada kaitannya soal PILKADA DKI Jakarta bahkan mungkin soal kepemimpinan di negeri ini.

Kembali ke soal menista atau tidak, saya bukan ahli agama islam, jadi secara agama saya tidak mau komentar. Tapi secara logika berfikir saya yakin seyakin-yakinnya Ahok tidak menista atau setidaknya tidak berkeinginan menista agama mayoritas di negeri ini. Kalau pun kemudian itu dikatakan Menista lebih karena faktor ketidaksengajaan. Dan, yang namanya tidak sengaja, mungkin sama saja dengan orang yang tidak sengaja makan makanan haram, terlebih yang bersangkutan sudah mengklarifikasi dan meminta maaf. Biarlah proses hukum yang berjalan akan kita ketahui setelah ini dan dalam waktu yg cepat karena Senin atau Selasa ini Ahok dipanggil untuk memberikan kesaksian.

Kemudian, apakah mungkin Ahok sengaja menista?. Semua kita tahu, bahkan orang paling awam sekalipun tahu soal agama begitu sensitif di negeri ini. Terlebih Ahok ini bermata sipit, beragama kristen, Gubernur Petahana dan sedang berkompetisi untuk menjadi Gubernur periode berikutnya? Apa iya beliau nekad Menista Agama Mayoritas?

ORANG-ORANG BAIK TERPROVOKASI
Dari perenungan dan nalar saya, pasti urusan kemarin ada kaitan erat dengan politik dan sayangnya sebagian besar yang datang kesana adalah orang-orang baik yang tidak begitu tertarik dengan politik tapi karena diprovokasi sedemikian rupa bahkan mungkin difasilitasi mengakibatkan mereka secara tidak sadar, ditengah ketulusan mereka membela Agama, telah dimanfaatkan oleh kepentingan jahat dan politisi busuk.

BERPOLITIK SECARA ELEGAN
Seyogyanya para pesaing Ahok dan kroni-kroni pesaing Ahok bersikap Kesatria, bertanding secara terhormat dan elegan. Mengedepankan kemampuan dan Kemauan serta Program yang mumpuni. Pun, kalau akhirnya mereka kalah, akan kita Kenang telah melakukan Pertandingan yang baik. Tidak mungkin semua menang. Seandainya masih ada luka lama soal Pileg dan Pilpres kemarin mestinya harus dengan sabar menunggu Pemilu berikutnya sembari memperbaiki diri dan mengevaluasi kesalahan-kesalahan masa lalu.

Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dan mohon dikoreksi

By : Jonro

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s